Sup Kacang Ijo

May 25th, 2010

Setelah dinyatakan lulus menjadi Pegawai di salah satu BUMN yang berpusat di Bandung, kegiatan wajib yang harus dilakukan sebelum menjalani Pendidikan di Pusdiklat BUMN selama setahun, adalah pelatihan kewiraan di Cimahi, tepatnya di Pusdik Hub – AD

Ketika itu angkatan saya terdiri dari 15 pria dan 23 orang wanita yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan kehidupan sehari – hari kami amat jauh dari kegiatan fisik. Tentu saja menghadapi pelatihan ala militer dalam 3 minggu bagaikan siksaan tiada akhir.

Oh ya acara makan dilakukan 3 kali sehari di Ruang Makan dengan aturan sebagai berikut 1 meja diisi oleh 6 rekan yang duduk berhadapan. Diatas meja telah disediakan 6 piring, 6 gelas dan sendok , satu bakul nasi, satu panci sayuran, satu piring lauk yang berisi ikan atau daging atau ayam (bergantian menunya ) dan tidak lupa sepiring tahu tempe, kadang kala ada secobek sambal , lalapan ataupun kerupuk. Nah semua sajian wajib dihabiskan oleh ke 6 orang ini. Jika tidak habis maka akan dihukum. Inilah yang menyebabkan para pria menjadi rebutan, karena dalam kelompok itu merekalah yang menjadi andalan kami, para wanita langsing ini agar terhindar dari hukuman. Karena memang para wanita di angkatanku ini rata rata pemilih menu makan dan malas makan .

Tapi pada suatu siang setelah menjalani latihan Jasmil (Jasmani Militer), baru kali ini saya dan temen-teman merasakan menu yang tidak terlupakan, yaitu Sup Kacang Ijo. Seumur hidup baru kali ini saya makan menu ini. Waktu pertama kali menyiduk dan meletakkannya ke piring, geli aja melihat ada kacang hijau bersama beberapa potongan daging di sendok sayur. Sedikit melirik ke Perwira Jaga di Ruang makan membuat saya tidak berani mengembalikannya ke panci. Lucu deh kok kacang Ijo temenan dengan tetelan … yang benar itu kacang ijo temenan dengan ketan hitam dan santan putih.

Perlahan dengan ragu saya suapkan nasi dan sesedikit mungkin sup ke mulut, tapi ternyata wahhh luar biasa … ada rasa yang berbeda .. kacang ijo ternyata cocok dengan nasi putih yang hangat.

Kulihat di meja depanku, seorang teman menambah nasi dan menyiduk 3 sendok kuah sup kacang Ijo dan makan dengan lahap . Tak mau kalah untuk pertama kalinya selama di pusdikhub, saya pun tambah nasi !! Setelah itu beberapa temen di mejaku pun melakukan hal yang sama …. Kali ini kami tak perlu bantuan para lelaki itu untuk membantu menghabiskan makan siang hari ini.

Pergedel Kentang

April 16th, 2010

Salah satu makanan yang paling cepat saya kuasai mengolahnya adalah Pergedel Kentang. Inget banget ketika itu saya sekitar umur 14 tahun di kelas 2 SMP .. sering kali bersama kedua adikku bergotong royong membuat pergedel di minggu sore.

Ntah kenapa jam 2 siang kami selalu kelaparan …
Ibu selalu memiliki persediaan kentang ukuran besar di dapur dan selalu mengizinkan kami menggunakannya untuk menjadi pergedel.

Saya yang sudah berani menggunakan kompor selalu bertugas menggoreng.
Adik pertama bertugas mengupas kulit kentang, memotong, mencuci dan setelah digoreng, maka Adik kedua bertugas menghancurkan kentang goreng menjadi pure kentang serta mencampurkan potongan daun seledri. Setelah itu kami bertiga melakukan pembentukan adonan kentang menjadi bola-bola.
Uniknya adalah setiap orang punya bentuk kesukaannya sendiri , dimana inilah yang akan membedakan satu sama lain setelah selesai digoreng.

Apakah pergedel kentang buatan kami enak ??
Tak ada yang bisa memastikannya ..
Tapi untuk tiga anak yang kelaparan, pergedel kentang yang hangat (karena baru diangkat dari wajan) dicocol dengan saos tomat adalah makanan yang luar biasa nikmat .

from alinda,

~~nande sigit~~

Sang Pemula

April 16th, 2010

Ketika saya dapat tawaran mengisi konten blog di situs milik www.meat-lovers.com , rada keder juga .. karena dari namanya aja udah ketauan meatlovers itu kan jualan daging .. nah paling tidak .. isi blognya seputar makanan yang berbasis daging …. ooohh tidak … saya kan tidak pandai masak !!!

Tapi pikir pikir dua kali …
Kenapa saya tidak mencobanya ??
Saya memang tidak bisa masak …. Tapi anggap saja salah satu konten di blog ini nantinya adalah penyajian hasil uji coba saya terhadap resep-resep yang saya temukan di majalah, tabloid, internet, tivi

Hmmm good ide … pasti banyak orang yang tidak canggih memasak
Namun bisa mengambil manfaat dan semangat dari cerita saya yang juga tidak jago masak.

Selain itu saya mengisi apa lagi ya ??
Mungkin tentang beberapa cerita dari pelanggan yang datang ke Meatshop …

Mudah-mudahan blog ini tidak seperti alkisah pohon pisang ya ..
Pohon pisang pasti akan mati setelah berbuah 1 kali.

Salam,
~~titin~~